
Minggu lalu adalah minggu terburuk dalam hidupku. Pertama saya hampir dilecehkan oleh Bosku yang mata keranjang dikantor ketika hanya tinggal kami berdua. Untung saya dapat meloloskan diri, tapi walhasil saya jadi tidak punya pekerjaan lagi. Setelah itu, saya diundang untuk pergi berlibur bersama kekasihku ke Bali. Saya senang sekali, karena saya mengira dia akan mengajakku tunangan karena kami sudah berpacaran cukup lama semenjak masih duduk di bangku SMU. Tapi ternyata saat berada di kapal pribadi miliknya di tengah lautan, dia memaksaku untuk tidur dengannya sebagai pembuktian kalau aku mencintainya. Tentu saja aku menolak mentah-mentah karena aku bukanlah wanita gampangan seperti itu. Dia menjadi marah besar dan mendorongku jatuh ditengah laut dan segera pergi dengan perahunya meninggalkan diriku sendirian terapung-apung tanpa tujuan. Kukira nasibku sudah tidak tertolong lagi, tapi paginya saya tersadar di pesisir pantai dengan seorang cowok yang paling menyebalkan sedunia, belum pernah saya ketemu dengan cowok semenyebalkan itu sepanjang hidupku. Mulai dari dia mengaku kalau sudah menolong diriku ketika terdampar di pesisir pantai, eh dia juga berani memegang-megang tubuhku ini. Ikhh....kenapa sich semua cowok didunia ini sama saja, semuanya hanya menginginkan kemolekkan tubuhku semata. Aku sudah tidak tahu lagi harus kemana, maka kutelepon keluargaku di Jakarta dan mama papaku bersedia untuk menyambutku tinggal kembali di rumah mereka. Aku sudah mau pulang kembali ke Jakarta ketika saya bertemu dengan temanku Sitti Maemunah dan suaminya Goenadi Ginanjar yang sedang berlibur bersama di Bali ini bersama anak mereka Satya. Sitti berkata padaku, kalau di Bali ini sedang digelar sebuah Reality Show berjudul Bachelor of Bali tentang seorang Pria yang ingin mencari jodoh, karena cowok itu terkenal Playboy dan selama ini tidak ada satu wanita pun yang berhasil menaklukkan hatinya. Setelah mendengar kisah hidupku, Sitti meyakinkanku untuk ikut acara perjodohan ini, karena everything happens for a reason, dan siapa tahu saya bisa mendapatkan jodohku yang sebenarnya disini.
Singkat cerita, here I am...tiba disebuah kamar hotel dipesisir pantai dimana akan menjadi kamarku selama aku mengikuti kontes ini, hopefully until the very end, atau harus pergi kalau aku tereliminasi. The moment saya menginjakkan kaki dikamarku, I totally love it!!! Kamar ini cantik dan artistik sekali...dan tunggu apa itu....oh...bukankah itu...bukankah itu karya seni Bali terfavoritku? kenapa bisa sampai ada dikamar ini? wah, aku jadi penasaran dengan Bachelor ini, siapa sich dia? apa dia yang membeli karya seni itu dan menggantungnya di kamarku ini. Wah I love this contest already, sepertinya aku dan si Bachelor ini selera seni kami berdua itu sama. Kurasa aku harus berterima kasih pada Sitti karena dialah orang telah meyakinkan diriku untuk mengikuti kontes ini.

Ketika saya baru saja merapikan 2 koper dari 4 koper yang kubawa, tiba-tiba datang seorang wanita cantik memasuki kamarku. Ketika kutanya siapa dirinya, ternyata dia adalah salah seorang kontestan acara ini. Dalam hatiku langsung berpikir, wah pasti banyak wanita-wanita cantik yang akan menjadi sainganku dalam memperebutkan hati sang Bachelor itu. Saya jadi penasaran dengan rupa si Bachelor itu, apakah dia pantas untuk diperebutkan atau tidak. Setelah berbincang-bincang selama beberapa saat, wanita itu ternyata bernama lengkap Putria Azahra yang akrab disapa Rara. Orangnya ceria dan kami langsung bisa akrab dengan sangat cepat, dia ternyata adalah seorang Guru SD, wah pekerjaannya sungguh mulia. Tiba-tiba perbincangan kami terputus oleh bunyi dering telepon yang ada dikamar kami. Saya mengangkat teleponnya, dan ada suara seorang wanita yang mengaku dirinya bernama Baby dan dia katanya adalah Host dari acara ini. Dia berkata kepadaku untuk mengenakan pakaian renang dan bertemu dengan Sang Bachelor bernama Romain untuk pertama kalinya di pantai.

Saya mengenakan salah satu set pakaian renangku, sebenarnya saya tidak ingin mengenakan pakaian renang yang terlalu seksi apalagi setelah 2 insiden yang menimpa diriku baru-baru ini. Tapi yang ada di koperku hanyalah pakaian-pakaian renang yang super seksi yang benar-benar menampilkan lekukan tubuhku. Saya jadi sangat penasaran dengan rupa dari Bachelor bernama Romain ini. Apakah dia ganteng? ataukah dia jelek? apa dia gemuk atau kurus? apakah dia seorang pemuda yang gagah yang pantas untuk diperebutkan cintanya atau dia hanyalah seorang tua-tua keladi yang hanya mengincar kenikmatan belia semata? Semua pikiran itu berkecamuk dibenakku ketika aku melangkah menuju pantai ketika ada seorang turis bule yang menawariku untuk difoto. Aku tentu saja menolak, karena siapa tahu bule itu hanya mau mengambil gambarku lalu diedit macam-macam di internet dan disebarluaskan, tapi dia menunjukkan kartu namanya kalau dia adalah wartawan yang kebetulan meliput acara Bachelor of Bali sebagai utusan dari production house di Amerika untuk memantau Bachelor versi Indonesia yaitu Bachelor of Bali. Akhirnya aku pun bersedia untuk dipotret tapi tentu saja saya memilih tempat yang rindang yaitu dibawah payung biar tidak terlalu terik terkena sinar mentari yang dapat merusak kulitku. Saat aku sedang senang-senangnya dipotret, tiba-tiba aku mendengar siulan kekaguman dari seorang Pria dibelakangku karena memandangi bagian belakang tubuhku. Aku menoleh kearah pria itu dan terkejut melihat si cowok paling menyebalkan diseantero dunia berdiri disana dengan hanya mengenakan celana renangnya!!!

Meilani : "Kamu??? ngapain kamu disini? sok ganteng amat sich berpose kayak gitu disono! Jangan-jangan kamu menguntitku ya?!!"
Romain : "Oh sorry sexy girl...I thought you're someone else, but ternyata tidak tahunya gadis tidak tahu berterima kasih itu"
Meilani : "What did you call me? kamu tuh cowok yang seenaknya megang-megang tubuhku, mentang-mentang kamu ganteng terus semua cewek mau gitu diajak macam-macam sama kamu! Ok I admit, YOU'RE HOT BUT YOU SUCK!!!"
Kukira cowok itu bakal marah, tapi dia malah tersenyum ketika berkata "So now you admit that I'm hot huh?!" dia mengedipkan sebelah matanya padaku. "Ih jangan kege-eran deh, ga banget sich! permisi ya, aku sedang menunggu seseorang disini, lebih baik kamu ganggu cewek lain saja hus...hus...!" aku tanpa sungkan-sungkan mengusir cowok blasteran itu. "Saya juga sedang menunggu seseorang disini" ujarnya dengan suaranya yang ada aksen khususnya. Mungkin under different circumstances, aku akan menganggap suaranya itu seksi, tapi ih ga banget deh nih cowok kan nyebelinnya minta ampun tempo hari! Dia menatapku denga curiga ketika bertanya "Jangan bilang kalau kamu ini yang bernama Meilani???" saya terkejut seketika ketika dia menyebut namaku, "Dan jangan bilang kalau kamu ini yang bernama Romain???" dia tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ketika kusebut namanya.
"Oh my goodness, Sitti apa yang telah kamu lakukan padaku!" ujarku dalam hati, karena tidak disangka-sangka kalau aku mengikuti kontes untuk memperebutkan hati cowok menyebalkan ini! "Hehe...sepertinya kita memang berjodoh!" ujar cowok tersebut. "Ih jangan mimpi ya kalau aku ini berjodoh denganmu!" kusergah dengan ketus. "I like your attitude girl different from others. The girls that I usually met would do anything trying to impress me with their sweet attitudes, but you...??? hmmm...I think I'm gonna have fun with this contest" cowok itu berkata, "By the way...biar kuperkenalkan diriku, namaku Romain Farouel dan aku adalah seorang blasteran Indo-Perancis. How about you?" dia memperkenalkan dirinya. "Ih...GA NANYA TUH!!!" Aku segera membuang muka dan menyilangkan kedua tanganku didepan dada. "Oh come on girl, masa sich aku tidak bisa mengetahui namamu, that's not sopan you know, aku sudah memperkenalkan diriku dan kamu tidak memperkenalkan dirimu. Where's your manner?" dia memancingku. "Fine, namaku Meilani Kumaladewi!" jawabku singkat, padat dan jelas. "Hmmm...Meilani Kumaladewi, nama yang cantik untuk seorang wanita yang cantik juga sepertimu" ujarnya. "Ih...ga usah basa-basi deh, rayuan gombalmu itu ga akan mempan kepadaku!!! Lebih baik aku pergi dari sini!" ujarku lalu segera berjalan meninggalkannya. "Ohhh...SASSY! I like it!" aku mendengar dia berujar seperti itu dibelakangku, aku menoleh kebelakang dan dia tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku.
Sesampai dikamar hotel, Rara bertanya padaku bagaimana pertemuan pertamaku dengan Romain? apakah ada chemistry antara kami berdua? aku sich tidak tahu saat ini apakah ada chemistry antara kami berdua, tapi satu hal yang pasti, dia itu cowok paling menyebalkan yang pernah kukenal! Belum pernah aku bertemu dengan cowok semenyebalkan itu, dan lebih menyebalkannya lagi, aku tidak bisa mengeluarkan tampang nyebelinnya itu dari pikiranku! Benci...benci...benci.....!!! jangan sampe deh aku jatuh cinta ama tuh cowok!!!
* * *
Semua itu bermula kurang lebih seminggu yang lalu, tepat ketika pacar yang sudah kupacari selama bertahun-tahun mendepakku ke lautan. Kukira itu adalah akhir dari hidupku, aku merasa seperti sedang melayang-layang diangkasa meninggalkan jasmaniku ketika tiba-tiba kurasakan ada yang memompa-mompa dadaku. Aku ingin sekali membuka mata untuk melihat siapa orang kurang ajar ini yang berani-beraninya menyentuh tubuhku yang sudah dingin dan kaku ini. Tapi walaupun aku ingin sekali membuka mataku, tapi apa daya raga ini tidak bisa diajak bekerja sama. 
Saat diriku mulai melayang-layang lagi diangkasa, saat itulah tiba-tiba kurasakan bibir pria tersebut diatas bibirku. Dan seketika juga kedua mataku melotot terbuka ketika kumuntahkan sejumlah air keluar dari dalam tubuhku! Orang tersebut kaget bukan main, dia sampai terbatuk-batuk karena air yang kusemprot keluar dari mulutku itu pas masuk kedalam mulutnya! Saat itulah kulihat pria kurang ajar yang berani-beraninya mengambil kesempatan dalam kesempitan disaat kondisiku seperti ini. Kuteriak sekencang-kencangnya seketika kalau ada rapist yang mau mencoba mengambil keuntungan dari tubuhku yang lemah dan tak berdaya ini. "Excusez-moi! I was trying to save you dan inikah balasyannya untukku?!" seru pria berdarah campuran itu. "Apa menolongku? dengan meraba-raba dada dan mencium bibirku!? kamu kira aku bodoh ya? jangan kira aku ini wanita gampangan ya?!" teriakku dengan emosi yang meluap-luap. "Mon Dieu! you must be the most UNGRATEFUL girl I've ever met! Fine, lebih baik syaya pergi darisyini daripada berurusyan dengan gadis aneh syepertimu!" pria itu sudah mau pergi, "Eh mau pergi kemana kamu bule!? kamu kira bisa kabur begitu saja setelah apa yang kau lakukan padaku!? kamu sudah meraba dada dan mencium bibirku! kau harus kulaporkan pada polisi!" pekikku dengan memekakan telinga sampai pria itu menutup kedua telinganya. "Look girl, in case you're too stupid or something, but didn't you ever hear about a life-saving method called CPR? Itulah yang kulakukan untuk menyelamatkanmu!" sergah pria itu dengan emosi meluap-luap sampai aku mundur satu langkah kebelakang saking takutnya mendengar suaranya yang menggelegar. "What? kamu memanggilku STUPID?! dasar cowok kurang ajar! dan apalagi itu CPR?! itu pasti cuma karanganmu belaka, jangan kira kamu bule terus kamu bisa samakan semua wanita disini dengan wanita ditempat asalmu ya!!! Aku ini wanita baik-baik dan kau sudah berani-beraninya menciumku tanpa seizinku!" jeritku tidak mau kalah. "What? you think I was trying to kiss you?! Quel dommage! Dengar ya, apa kamu tahu berapa banyak cewek yang antri hanya untuk dicium olehku? harusnya kamu berterima kasyih kalau aku mau menciummu walau itu syemua hanya ada dalam mimpimu! Look, I have other things to do syelain berargumen dengan cewek syepertimu. Just forget it ever happened ok? toh kita tidak akan pernah ketemu lagi, anggap syaja itu bonus ciuman dari pria ganteng syepertiku, besides it WASN'T that great too!" seru pria tersebut cuek lalu segera berjalan pergi. "APA?!! dasar cowok NYEBELIN!!!!!!!" aku menjerit sekencang-kencangnya tapi pria itu terus berjalan tanpa menoleh kebelakang sekalipun! Aku benar-benar berharap tidak akan pernah bertemu dengan cowok menyebalkan, kasar, lancang dan sok kegantengan itu lagi sepanjang hidupku!!!
Dan disinilah aku berada seminggu kemudian, berada disebuah acara Reality Show untuk memperebutkan hati sang Bachelor yang ternyata si cowok menyebalkan itu, ga banget deh! Aku ingin keluar dari acara ini biar tidak perlu ketemu lagi dengan cowok itu, but a part of me wants to stay dan ingin mengetahui apa yang bakal terjadi kalau aku tetap disini. Aku baru saja keluar dari kamar mandi ketika kulihat sebuah kotak coklat berwarna merah dan sebuah buket bunga mawar yang ada sebuah kartu. Kusambar kartu itu dan segera kubaca untuk mengetahui dari siapa pengirimnya :
"To my Sassy Belle,
Aku benar-benar terkesan dengan perjumpaan pertama kita, wait perjumpaan kedua kita kalau kamu masih mengingat pertemuan pertama kita seminggu yang lalu. Oleh sebab itu terimalah sekotak coklat dan buket mawar merah ini sebagai permintaan maaf dariku kalau saya ada yang perkataan atau tindakanku yang kurang ajar dan kurang berkenan. Selain itu siang ini, aku ingin mengundangmu untuk one-on-one date with me di Bali PADI Scuba Diving Lembongan Island, kutunggu kedatanganmu Putriku yang cantik.
From your handsome Prince"
"Oh orangnya bisa minta maaf juga. Kirain tidak punya aturan. Baiklah, akan kulihat bagaimana this so-called-date nanti dengannya" pikirku lalu aku segera bersiap-siap. Kuputuskan untuk memakai bikini lalu aku memakai kerudung dan celana pendek dari bahan jeans sebelum saya pergi ke tempat pertemuanku dengannya.
Disana dia telah berdiri, pria bertubuh tegap dan berkulit gelap itu dibawah terpaan sinar mentari. Kudekati dia ketika dia menyapaku "Bonjour mademoiselle" sapanya dengan bahasa Perancis-nya. Kedua bola matanya terlihat berbinar-binar ketika melihat diriku, matanya begitu indah, tapi aku tidak mau tergoda oleh mata itu, jadi kucoba diriku untuk tetap terlihat acuh tak acuh didepan dia. "So...Romano, mau kemana kita hari ini?" tanyaku cuek. "Romano? sejak kapan namaku berubah jadi Romano?!" tanyanya agak tersinggung, "Oh bukan ya, sorry lupa tuh...siapa sich namamu?" ujarku pura-pura lupa. Cowok itu terlihat tersenyum kemudian dia berkata dengan suara bule-nya "Ok, bagaimana kalau kita berkenalan lagi karena dua perkenalan kita sebelumnya tidak begitu menyenangkan. Let me introduce myself, Je m'appelle Romain Farouel" ujarnya dengan bahasa Perancis. "Ih sok banget sich? mentang-mentang saya tidak mengerti bahasanya...awas ya!" pikirku ketika kubalas dengan bahasa asing yang kukuasai "好的,我姓林,叫美兰。 认识你很高兴" begitu selesai kuucapkan namaku dalam bahasa Mandarin, I can't help but laughing ketika melihat wajahnya yang terbengong-bengong saking tidak mengertinya. Romain pun ikut tertawa ketika melihatku tertawa. "Nah gitu dong, kalo syenyum syeperti itu kan terlihat lebih cantik, walaupun kalau lagi marah-marah juga tidak kalah cantiknya" ujar Romain. "Ih dasar gombal! dari cara bicaramu saja sudah ketahuan kalau kamu ini tipe cowok yang suka mempermainkan wanita!" ujarku sambil menyilangkan kedua tanganku didepan dada. "Lho bukan syaya yang syuka mempermainkan wanita, tapi wanita-wanita syelama ini yang kutemui itu yang mau dipermainkan olehku!" ujarnya dengan pede. "Ingat ya...aku ini bukan seperti wanita-wanita yang pernah kau temui sebelumnya. Kalau kamu berani macam-macam denganku kau akan tahu akibatnya! Sudah ah, nanti keburu siang dan panas...kita mau kemana jadinya ini?" tanyaku. "Bali PADI Scuba Diving Lembongan Island baby!" jawabnya sambil tersenyum. "Ok, kalau begitu dimana instruktur Diving-nya?" tanyaku, "Instruktur? untuk apa? toh aku ini sudah bersyertifikat, ada aku disini kau tidak perlu khawatir my Sassy Belle" ujarnya sembari tersenyum sombong. "Huh? cuma kita berdua saja? awas ya kalau kamu berani macam-macam nantinya pas sudah di laut!" ancamku tapi dia malah nyengir, "Lho...pria syetampan dan sye-innocent syeperti diriku masya kamu tidak percaya syich?" ujarnya sambil memasang tampang innocent-nya. "Ih BUAYA DARAT sekali nih cowok!" pikirku was-was, "Baik, kuharap kau bisa menjadi seorang pria sejati yang menepati kata-katamu sendiri" ujarku ketika dia mempersilakan diriku naik keatas perahu kayu yang ada dibelakangnya. 
Tak terasa, kami berdua sudah sampai ditengah lautan, tidak terlihat apapun sejauh mata memandang kecuali lautan biru dan beberapa kapal. Romain mengayuh perahu tersebut tanpa henti, keringat sudah membahasi kedua lengannya yang berotot itu. I can't help but mengamati dadanya yang bidang, ketika dia menoleh kearahku, aku buru-buru melihat ketempat lain. Dia juga tidak henti-hentinya memandang kearah my cleavage, dan giliran aku memergoki dia, dia pura-pura menoleh ketempat lain. "Wah bahaya, nih cowok matanya nakal, kalau dia macam-macam bisa gawat aku, cuman kita berdua lagi di tengah laut ini" pikirku was-was ketika "Nah, kita sudah sampai. Ayo buka bajumu supaya kita bisa menyelam disini" ujarnya sembari tersenyum lebar. "Apa? buka baju??? mau apa kamu? jangan macam-macam ya?" sergahku sembari melingkarkan kedua tangan untuk menutupi bagian depan tubuhku, "Iya, kan kita mau menyelam...kalau kamu malu saya yang mulai duluan deh, you can see if you want" ujar dia nyengir ketika mulai membuka ritsleting celana panjangnya. "KYA! Romain jangan macam-macam ya! Kalau kamu berani berbuat yang engga-engga, saya akan menjerit sekencang-kencangnya!" ancamku. "Menjeritlah syepuasmu baby, toh tidak ada orang yang akan mendengarmu" ujarnya mencemooh ketika dia menarik turun celana panjangnya! "KYAAAA!!!" aku segera menutup wajahku dengan kedua tangan dan berbalik badan, tak kusangka tragedi ini terulang lagi, aku jadi teringat pacarku yang mau berbuat macam-macam padaku tempo hari dan sekarang pria ini...pria ini....tak terasa air mata sudah mengalir dipipiku. "Are you crying? désolé, syaya cuman bercanda syaja. Look, syaya masih memakai celana renang kog. Please don't cry sweetheart, syaya paling tidak tahan kalau melihat seorang gadis yang kusyukai menangis!" ujarnya sembari memegang tangan kananku dari belakang. Saat itu aku tertegun seketika, aku tidak menyangka akan mengetahui kalau cowok ini punya sisi lembutnya juga. Apa dia tidak seperti yang selama ini kupikirkan? apakah ada sesuatu yang disembunyikan olehnya dibalik topeng playboy-nya ini? kutatap kedua matanya dengan mataku yang berlinang air mata, dan disana kulihat sepasang mata yang memancarkan sinar kelembutan, aku segera menundukkan kepalaku agar tidak menatap kedua matanya lagi, karena aku...aku...takut tumbuh sebuah perasaan dihati ini yang tidak seharusnya terjadi.....
"Look, bersyiap-syiaplah untuk menyelam, atau kamu mau syaya bantu kamu ganti baju?!" ujarnya, "KYA! JANGAN!" pekikku dan dia tertawa, saat itulah aku sadar kalau dia cuma menggodaku saja. "Balikkan tubuhmu, aku mau siap-siap, dan jangan NGINTIP ya!" ujarku, dia mengangguk lalu membalikkan badannya. Untungnya aku hanya perlu melepas celana pendek ini, ketika aku berbalik, aku terkejut bukan main melihat Romain ternyata sedang memandang kearahku dengan tatapan terpesona melihat keindahan tubuhku! "Eh...kamu NGINTIP ya??!!" sergahku. "A...Aku...tidak syengaja, ta...tadi...." jawabnya terbata-bata, "Dasar BUAYA!!!" ujarku kesal ingin mendorongnya kelaut, Romain berkelit tapi dia malah kehilangan keseimbangannya dan mau jatuh ke laut ketika dia menarik tanganku juga tiba-tiba dan "KYAAAAAAA!!! BYURRRRRRRR!!!" kami berdua terjatuh ke laut diikuti oleh bunyi ceburan keras ditengah laut yang sepi itu! "Are you ok?" Romain buru-buru berenang kearahku untuk memastikan aku tidak apa-apa, "Ayo cepat pakai alat bantu pernapasyan ini dan flippers ini juga untuk memudahkan dirimu pas diving. Entar kalo kenapa-napa syaya lagi dituduh mengambil kesyempatan dalam kesyempitan" ujarnya. "Hmph" Aku segera membuang muka tapi mau tidak mau aku menuruti perkataannya juga, karena aku tidak mau kalau dia mengambil kesempatan memompa-mompa dada dan menciumku lagi. Setelah kami berdua siap dengan peralatan diving, Romain menuntunku menyelam kedasar laut yang indah tersebut.....
Aku benar-benar takjub melihat keindahan bawah laut Lembongan Island. Ini seperti surga bawah laut, belum pernah saya dibawa oleh pacarku untuk kencan ditempat semenakjubkan seperti ini. Aku melihat kedasar laut dan terkesima melihat sebuah kerang dengan mutiara berada didalamnya. Kupungut kerang itu dan kuamati keindahan salah satu permata laut tersebut, tiba-tiba aku merasakan tubuhnya, tubuh Romain berada dibelakangku....dari gayanya dia seperti ingin mendekapku dari belakang tapi itu tidak terjadi, mungkin itu hanya pikiranku semata. Aku menoleh kearahnya, dan wajahnya tetap terlihat tampan walau berada didasar laut seperti ini, tiba-tiba aku merasa jantungku ini berdebar-debar kencang setiap kali melihat wajahnya, ketika dia merasa aku sedang menatap dirinya, Romain segera menatap dan tersenyum kearahku, seperti biasanya aku langsung pura-pura menoleh ke ikan-ikan yang ada, karena aku tidak mau ketahuan sedang memandangi dirinya, mau ditaruh dimana mukaku ini kalau aku sampai ketahuan.
Setelah berjam-jam mengarungi dan mengagumi indahnya alam bawah laut Lembongan Island, kami memutuskan untuk kembali ke permukaan. Betapa senangnya hatiku ketika melihat matahari jauh diatas sana, tapi kegembiraanku tiba-tiba menjadi ketakutan yang amat sangat tatkala aku melihat seekor HIU berenang mendekatiku. "Ro...Romain...HIU....a...aku TAKUT!!!" ujarku ketika segera berenang kearahnya dan memeluknya erat-erat karena aku sudah hampir menangis saking takutnya. Romain hanya tertawa, "Tenang syaja, hiu-nya jinak kog" ujarnya menghiburku. "JINAK katamu? sejak kapan hiu itu seekor hewan jinak?!" ujarku ketakutan tapi dekapan tubuhnya sangat membuatku merasa aman dan nyaman. Aku tidak peduli lagi Romain mau menganggapku apa, karena satu hal yang pasti aku tidak berani melihat hiu itu berenang-renang mengitari tubuh kami seakan-akan sedang siap menunggu mangsanya lemah, "Iya, asyalkan kamu tidak syedang terluka maka you'll be fine. But syaya tidak keberatan kog kalau hiu itu masyih terus ada disyini biar kamu bisa terus memelukku syeperti ini" ujarnya. Seketika juga aku melepas pelukanku ditubuhnya dan cepat-cepat naik keatas perahu. Romain hanya senyum-senyum saja ketika dia menyusulku naik keatas perahu tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Hari sudah malam ketika perahu kami sudah mendekati pantai dimana hotel tempatku tinggal berada. Romain pun berhenti mendayung dan duduk dibelakangku, tiba-tiba dia meletakkan dagunya diatas bahu kiriku. Aku terkejut tapi diam saja, dan selama beberapa saat kami berdua hanya duduk diam diterpa sinar rembulan dengan suara burung camar diatas kami. Jantungku berdebar sangat kencang karena kepalannya bersebelahan dengan kepalaku, aku khawatir bisa-bisa dia mendengar bunyi detak jantungku yang kencang ini. "Bolehkah aku memanggilmu Mei mulai syaat ini?" Romain tiba-tiba memecahkan keheningan. "Ya, dan bolehkah aku memanggilmu Rommie mulai saat ini?" tanyaku balik. Romain tertawa lalu dia mengiyakan. "Rommie, aku ingin belajar Bahasa Perancis, bisakah kamu mengajariku beberapa kata dalam bahasa Perancis?" tanyaku. Dia termenung sejenak lalu "Sure, repeat after me ya...voulez-vous coucher avec moi?" ujarnya sembari tersenyum nakal. "Hah? apa itu artinya?" tanyaku curiga, "Oh itu syuatu pernyataan kalau kamu syuka pada seorang Pria. Dan ingat, kamu hanya boleh mengucapkan hal itu kepadaku ya!" jawabnya. "Ih ge-er sekali kamu kalau aku menyukaimu" ujarku ja-im. "Ya aku tidak rela syaja kalau kamu mengucapkan perkataan itu pada pria lain. Ayo, syebut kalimatnya, mau belajar tidak?" ujarnya mendesak. "Ok deh, apa kata-katanya tadi?" tanyaku lagi. "Ucapkan dengan penuh perasaan lalu tatap kedua mataku dan sebut voulez-vous coucher avec moi ce soir?" ujarnya sembari tersenyum nakal lagi. "Voulez-vous coucher avec moi ce soir?" kuulang perkataannya. "Avec plaisir, but I'm too tired tonight, maybe later, remember kamu yang minta lho! So suatu waktu aku akan menagih perkataanmu ini!" ujarnya sembari mengedipkan sebelah matanya, saat itu aku langsung curiga berat sama arti dari kalimat tersebut. "Kog saya curiga kamu bohong kepadaku mengenai arti kalimat itu ya?" tanyaku padanya. "Look, kita sudah sampai! au revoir my Belle" Romain segera mengalihkan pembicaraan. Kuucapkan selamat tinggal padanya ketika aku kembali ke kamarku.
Rara baru keluar dari kamar mandi ketika aku tiba didalam kamar. Dia segera menanyakan bagaimana kencanku dengan Romain dengan penasaran. Kuceritakan padanya kalau Romain hari ini mengajariku bahasa Perancis yaitu Voulez-vous coucher avec moi ce soir?, dan begitu selesai kuucapkan kalimat itu, Rara langsung terlihat SYOK!!!
"Kenapa Ra? ada apa dengan kalimat itu?" tanyaku penasaran. "Mei, kamu benar-benar tidak tahu arti kalimat itu ya?" tanya Rara, "Apa sich artinya Ra?" tanyaku makin penasaran. "Sini kukasih tau artinya...." ujar Rara lalu berbisik ditelingaku. "APAAA!!!!!" aku menjerit seketika begitu tahu arti dari kalimat tersebut!!! "ROMAAAAAAAAAIIIIIIIIINNNNNNNNNNN!!! DASAR COWOK MENYEBALKAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNN!!! KAMU MENGERJAI AKU!!! AWAS KAMU KALAU KETEMU LAGI!!!!!!!!" jeritku sekencang-kencangnya sembari mengepal-ngepalkan tinju dengan Rara cekikikan dibelakangku!



























Audrey was surprised when Juan left her just like that without even bother to speak anything. "Oooh....what the?!" she said to herself. And it was in that moment, Audrey felt something wrong. Really wrong…













